Sebuah Kepastian
Assalamualaikum wr wb
Menunggu hal2 yang gak pasti
memang suatu pekerjaan yang
membosankan dan sesuatu hal yang
paling sangat dibenci,butuh kesabaran
yang mendalam untuk menghadapinya.
Kepastian…rasanya kita sering
mendengar kata ini,tidak hanya sebatas
kuli bangunan,tukang becak,
pengangguran,exsecutive bahkan sampe
tingkat anggota dewan sering
mengeluarkan kata ini…kami menunggu
kepastian dari anda,berikan kami
kepastian,yang pasti2 aja deh,kira2
begitulah yang diucapkan.sepenting
itukah Sebuah Kepastian..?,tentu kita
akan menjawab iya dan pasti,sudah
menjadi kodrat manusia jika menunggu
lebih dari batas kesabarannya maka
suatu saat akan meledak dan tak
terkendali,maka efeknya akan sangat
berbahaya…
jangan salahkan Orang tua menggadaikan
anak gadisnya hanya untuk menutup
tuntutan ekonominya,jangan salahkan
seorang Perempuan menjual Marwahnya
hanya untuk mempertahankan dapurnya
agar selalu berasap,jangan salahkan
seorang membunuh,merampok, mencuri
hanya untuk menghidupkan
keluarganya..yang mungkin anak dan
istrinya sudah tidak mengisi perutnya
dalam beberapa hari,jangan salahkan
anak2 kalau mereka lebih memilih
bermain ditengah keramaian kota dan di
perempatan lampu merah hanya untuk
mendapatkan sesuap nasi… Ibarat kata
pepatah "Ayam mati dilumbung padi",
ironis memang negri yang dikaruniai
kekayaan alam yang begitu melimpah
tapi hanya sedikit yang dirasakan
manfaatnya,sisanya entah raib ditelan
bumi
Ketika musim pemilihan,mereka2
yang berdasi sibuk berorasi,
memberikan "sebuah kepastian" hampa
kepada calon pemilihnya,tapi ketika
sudah terpilih maka "lupa kacang akan
kulitnya",mereka akan memangkas kas
negara guna menutup biaya
promosinya..sehingga dana yang awalnya
diperuntukkan buat Kemaslahatan ummat
dihilangkan dengan sengaja tanpa rasa
bersalah,seolah2 tidak memikirkan
bahwa hidup akan berakhir.
Berita kemiskinan,kebodohan,
pengangguran, kriminalitas sudah
menjadi panganan segar sehari2,bahkan
sampe2 insan perfilman memodifnya agar
menjadi sebuah tontonan,walau
terkadang agak kelewatan..tapi entah
mengapa Para penjahat berdasi tidak
peka terhadapnya,mereka punya hati
tapi tak merasakan,mereka punya mata
tapi tak melihat,mereka punya telinga
tapi tak mendengar,mereka punya lidah
tapi selalu berdusta.
Melihat kenyataan ini terkadang
aku mengutuk diriku sendiri,yang tak
mampu berbuat apa2 dan hanya bisa
menghela dada.aku seperti orang sakit
jiwa,yang terus mengutuk tapi tak bisa
bebuat.
Ya Alloh,Ya robbi,kapan ini akan
berakhir..selamatkan kami dari
belenggu kezaliman ini,kalaulah
kehancuran merupakan hal terbaik
menurut Mu,maka binasakanlah kami dan
gantilah kami dengan bangsa yang
baru,bangsa yang semata2 sujut dan
patuh pada Mu.tapi bila masih terbuka
pintu rahmat Mu,maka hadirkanlah
Peminpin2 yang adil bagi kami,pemimpin
yang selalu memikirkan kami siang dan
malam tanpa rasa lelah,pemimpin yang
selalu melantunkan dan melaksanakan
ayat2 Mu.