Seulanga dan perempuan-perempuan
Friday, December 15th, 2006Berbondong-bondong perempuan berjalan.. Sore itu mereka bagai burung, beriringan.. Berpunuk bagaikan unta ditengah safari, menanggung beban.. Riuh rendah suara senapan membuat mereka kadang-kadang berlari.. Sekali kali mata sayu memandang rumah-rumah terbakar… Cekikikan tentara dengan menggendong kulkas bersileweran.. Perempuan-perempuan itu adalah kehidupan.. Peluh diusap dengan ujung tilam yang digendong di atas punggung.. Telapak kaki tentara dari seberang lautan kembali membuat mereka mencengkeram.. Suara popor senjata mengenai anak-anak bersahut-sahutan.. Sekali-kali wanita-wanita itu menengadah, memastikan bahwa Tuhan masih ada.. Setiap menatap langit, kekuatan kembali datang.. Kaki-kaki lemah itu kembali berjalan tanpa tujuan.. Perempuan-perempuan itu adalah kemanusiaan.. Mulut terkatup, Seulanga tetap berjalan.. Tanpa kata-kata sambil menyibakkan rambut untuk menutupi badan yang terbuka.. Dada memerah terlihat luka oleh kuku-kuku.. Binatang-binatang itu telah menggoreskan kemurkaan.. Tentara-tentara berganti-ganti merobek ulu kehormatan.. Ringisan Seulanga semakin memantapkan hati.. Tiada airmata, tiada duka.. Kenapa menangis, bukankah Tuhan masih ada..?! Perempuan-perempuan itu adalah kehormatan.. Anggukan kepala dari mereka yang dirantai di pinggiran jalan Kembali menjadi bekal.. Deru reo, tank, panser, Bronco, Hawks meggelegar Namun termakan oleh gemuruh tawakkal Letih, lelah, peluh dan airmata kembali sirna.. Seulanga lemah kembali tegar Tuhan masih ada.. Akan kudapatkan hak yang terinjak, tanah yang dirampas, hormat yang dirompak, suami yang ditikam kemudian disembelih, anak yang ditembak sampai robek kepala, lembu yang dicuri, perhiasan yang dijarah, darah yang dialirkan tanpa salah.. semua akan kembali.. Perempuan-perempuan itu adalah keadilan..